Silaturrahim Wali Mahasiswa Baru dan Pembagian KHS: Nilai Mahasiswa yang Hampir Sempurna

Sebagai event pertemuan antara Dewan Pembina STIQSI sekaligus pimpinan dengan wali mahasiswa baru, STIQSI menyelenggarakan acara Silaturrahim Bersama Wali Mahasiswa Baru dan Pembagian KHS (Kartu Hasil Studi) Semester Genap untuk Tahun Ajaran 2023/2024 pada hari Jumat, 19 Juli 2024 bertepatan pada 12 Muharram 1446 H. Acara tersebut bertujuan untuk menyampaikan kepada wali Mahasiswa, tujuan dan cita-cita STIQSI yang berangkat dari harapan orang tua.

Selain menjadi lingkungan yang terjaga kebaikannya, STIQSI juga merupakan harapan besar bagi kyai Dawam sendiri, cita-cita tersbut disampaikan berulang kali kepada semua mahasiswa STIQSI, bahwa seluruh mahasiswa STIQSI harus memiliki kesiapan mengabdi untuk pondok dengan penuh kesungguhan. Hal tersebut juga beliau yakini sebagai metode pengembangan diri yang baik bagi mahasiswa. Di mana mahasiswa dilatih menjadi sosok guru, ustadz-ustadzah, contoh yang baik bagi para santri.

Dr. Piet Hizbullah Khaidir selaku ketua STIQSI juga mengamini apa yang dijelaskan ustadz Dawam. Beliau menambahkan bahwa yang menjadi ciri khas STIQSI adalah kuliah sekaligus mengabdi dengan kurikulum kepesantrenan, dengan integrasi antara Al-Qur’an dan Sains. Yang keduanya memiliki tujuan, yaitu ingin menafikan pandangan bahwa kuliah jurusan ilmu Al-Qur’an atau ilmu agama itu memiliki masa depan suram.

Hal yang kemudian langsung terbukti adalah ketika waka 1 bagian administrasi, ustadz Harmuzi membacakan nama-nama mahasiswa STIQSI yang berprestasi. Semuanya tampak terkejut dan puas dengan hasil prestasi yang telah diperoleh. Salah satunya mahasiswa STIQSI dengan nama Nurin Alyani mendapatkan nilai ipk 3.98, nilai tersebut merupakan nilai yang cukup tinggi dan hampir sempurna. Semua tugas pengabdian yang telah diberikan tidak lantas membuatnya lelah, akan tetapi menjadikan dia terus meneruts haus akan ilmu.

Hal terakhir yang disampaikan oleh ustadz Piet kepada wali mahasiswa, agar tidak khawatir dengan masa depan anak-anaknya yang menempuh pendidikan di STIQSI. “Jangan Risau bapak, semuanya dapat dibuktikan dengan lulusan STIQSI yang pasti diterima dengan hangat di lembaga lain tempat mereka mengabdi. Saya yakin, hal ini pasti karena jiwa dan mental pejuang serta pengabdi para lulusan STIQSI Lamongan”, Ujar Ustadz Piet Meyakinkan.

Penulis : Nur Laily Luthfiyah

Editor : Nur Islamiyah