Quranicons 2025: Semarak Presentasi Multibahasa

Lamongan – Perhelatan Quranicons 2025 dengan tema The Study of the Qur’an from the Perspectives of Natural Sciences and Social Humaniora berlangsung meriah pada Kamis (25/09/2025). Sesi siang hari menjadi sorotan karena para presenter menyampaikan artikel dalam tiga bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia yang menghadirkan nuansa akademik global sekaligus menegaskan jangkauan internasional Quranicons.

Acara dilaksanakan secara hybrid, dengan peserta yang hadir secara langsung di kelas-kelas STIQSI Lamongan dan ratusan lainnya mengikuti melalui platform daring. Format ini memungkinkan terjadinya interaksi yang lebih luas, lintas wilayah bahkan lintas negara.

Presentasi Panel Siang Hari
Sesi panel presentasi dimulai pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Suasana akademik terasa begitu hidup ketika para presenter menyampaikan materi dengan penguasaan bahasa yang variatif. Peserta yang hadir tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif memberikan pertanyaan dan tanggapan, menjadikan forum berjalan interaktif dan dinamis.

Berbagai topik penelitian disajikan dengan sudut pandang yang beragam, mulai dari kajian sosial-humaniora hingga integrasi ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu alam. Diskusi yang berlangsung memperluas cakrawala berpikir sekaligus menegaskan posisi Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi ilmu pengetahuan.

Rangkaian Kegiatan Sebelumnya
Sebelum memasuki sesi siang hari, acara dibuka sejak pagi dengan sejumlah agenda penting. Dimulai dengan registrasi, pembukaan oleh M. Dafa Rizqi, tilawah Al-Qur’an oleh Rahmat Syukur, hingga sambutan resmi dari Drs. K.H. Muhammad Dawam.

Acara inti di pagi hari diisi dengan dua keynote speech. Pertama, oleh Dr. Azhar Ibrahim (National University of Singapore) dengan tema “The Study of the Qur’an from the Perspectives of the Social Humaniora”. Kedua, oleh Prof. Dr. H. Moh. As’a Yusuf, M.Ag (UIN Sunan Ampel Surabaya) dengan tajuk “The Study of the Qur’an from the Perspectives of Islamic Thought”. Kedua sesi ini memperkuat fondasi akademik sebelum peserta memasuki diskusi panel pada siang harinya.

Menyatukan Ilmu, Bahasa, dan Budaya
Harmonisasi tiga bahasa dalam sesi siang hari mencerminkan semangat Quranicons 2025 untuk menjembatani perbedaan. Panitia menegaskan bahwa penggunaan bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia bukan sekadar simbol internasionalisasi, tetapi juga bagian dari upaya memperkaya khazanah keilmuan Al-Qur’an agar lebih mudah dipahami oleh audiens yang beragam.

Dengan suasana yang penuh semangat, Quranicons 2025 tidak hanya menjadi ruang temu gagasan, tetapi juga membuktikan bahwa integrasi ilmu dan nilai-nilai Qur’ani dapat diwujudkan dalam forum akademik yang inklusif dan berkelas internasional.

Reporter: Ananda Maulana Tegar Renaldi

Editor: Lutfiya Nurmayanti

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Rated 4.6 out of 5

Leave a Comment

Artikel Terbaru