
Lamongan, 27 September 2025 – Seminar bertema “Unlocking Global Opportunities through TOEFL Readiness” sukses digelar oleh Departemen Pengembangan Bahasa dan Kebudayaan BEM STIQSI Lamongan. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam membuka wawasan siswa dan mahasiswa tentang pentingnya TOEFL sebagai kunci meraih peluang pendidikan dan karier di tingkat global.
Acara yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Al-Ishlah ini diikuti oleh 318 peserta, terdiri dari 150 siswa dan 168 siswi MA Al-Ishlah, serta mahasiswa semester 7 STIQSI Lamongan. Seminar menghadirkan narasumber Dr. Amiruddin Hadi Wibowo, S.Pd., M.Pd., ketua Language Development Center (LDC) STIQSI dan praktisi pendidikan bahasa Inggris.
Menyiapkan Generasi Siap TOEFL
Menurut ketua panitia, Luthfi Mutawwali, tujuan utama seminar ini adalah memberikan pemahaman tentang format dan jenis soal TOEFL kepada siswa kelas akhir dan mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan strategi menjawab soal dengan efektif, agar peserta lebih percaya diri dalam menghadapi ujian TOEFL.
Rangkaian acara berlangsung secara runtut mulai pukul 15.45 hingga 17.15 WIB, dimulai dari registrasi peserta, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne STIQSI, hingga sesi tanya jawab yang berlangsung aktif dan interaktif.
TOEFL: Bukan Sekadar Tes Bahasa
Dalam penyampaian materinya, Dr. Amiruddin menjelaskan bahwa TOEFL adalah syarat penting untuk melanjutkan studi, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, TOEFL juga menjadi nilai tambah dalam dunia kerja, khususnya di bidang internasional.
Ia menegaskan bahwa TOEFL bukan beban, melainkan bekal penting yang dapat membuka akses ke berbagai peluang global. Seminar ini diharapkan dapat mengubah cara pandang peserta terhadap TOEFL, dari sesuatu yang menakutkan menjadi tantangan yang bisa ditaklukkan dengan persiapan yang tepat.
Strategi Efektif Hadapi Soal TOEFL
Dr. Amiruddin membagikan sejumlah strategi praktis, terutama untuk bagian reading comprehension. Ia menekankan pentingnya memahami kalimat pertama dalam setiap paragraf karena sering mengandung ide pokok, serta menggunakan pilihan jawaban sebagai petunjuk saat menemukan kesulitan.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak membaca seluruh teks secara detail, melainkan fokus pada ide utama untuk menghemat waktu. Menurutnya, strategi cerdas lebih penting daripada menghafal banyak kosakata tanpa konteks.

Belajar Bahasa: Jangan Sendirian
Sebagai penutup, Dr. Amiruddin membagikan motivasi berdasarkan pengalamannya semasa belajar di pondok. Ia menyarankan peserta untuk melatih diri berbicara bahasa Inggris, misalnya di depan cermin, agar terbiasa dan percaya diri.
Menurutnya, belajar bahasa adalah proses sosial, bukan hanya kegiatan individual. Oleh karena itu, memiliki teman belajar atau komunitas bahasa akan sangat membantu dalam mempercepat kemajuan kemampuan bahasa Inggris peserta.
Reporter: Nor Sabilah
Editor: Ananda Maulana Tegar Renaldi