Penghargaan Mahasiswa Teraktif BEM STIQSI: Wujud Apresiasi dan Pendorong Budaya Positif Kampus

Sebagai upaya membangun budaya akademik yang produktif dan inspiratif, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Lamongan kembali melaksanakan program unggulannya, yaitu penghargaan mahasiswa teraktif. Program ini dipandang sebagai wujud apresiasi nyata kepada mahasiswa yang konsisten berkontribusi dalam kegiatan kampus, baik akademik maupun non-akademik.

Program penghargaan yang digelar setiap dua bulan sekali ini tidak hanya menjadi ajang penghormatan atas dedikasi mahasiswa, tetapi juga strategi untuk menumbuhkan motivasi bersama. Dengan mekanisme penilaian yang melibatkan suara dosen dan mahasiswa, penghargaan ini memiliki nilai objektif sekaligus mendorong terciptanya iklim kampus yang positif, kompetitif, dan kolaboratif.

Mahasiswa Terpilih dan Konsistensi Juara Bertahan

Pada periode kedua ini, empat mahasiswa berhasil meraih gelar mahasiswa teraktif, yaitu Vilzah Amirah Al Arief dari semester 1, Jaka Purnama dari semester 3, Nurin Alfiani dari semester 5, dan Afif Dani Priyanto dari semester 7. Penetapan mereka mencerminkan komitmen yang tinggi dalam mendukung kegiatan kampus serta aktif dalam berbagai lini kontribusi.

Menariknya, Afif Dani Priyanto kembali mempertahankan gelar sebagai mahasiswa teraktif. Konsistensinya dalam mengelola tanggung jawab akademik dan non-akademik menjadi alasan kuat bagi dosen maupun mahasiswa untuk kembali memilihnya. Keberhasilan Afif menjadi juara bertahan menunjukkan bahwa penghargaan ini mampu menumbuhkan tradisi prestasi yang berkesinambungan.

Apresiasi dari BEM dan Harapan ke Depan

Wakil Ketua BEM STIQSI, Ratna Dewi Kumalasari, menegaskan bahwa program ini tidak sekadar apresiasi, tetapi juga sebagai dorongan bagi seluruh mahasiswa agar lebih aktif. “Kami ingin menciptakan budaya positif di mana mahasiswa tidak hanya fokus pada kuliah, tetapi juga berkontribusi nyata dalam kegiatan kampus,” jelasnya. Program ini sekaligus memperlihatkan bahwa setiap kontribusi mahasiswa memiliki nilai penting dalam pembangunan atmosfer akademik.

Sementara itu, Afif Dani Priyanto mengaku bersyukur atas capaian yang berhasil dipertahankan. “Alhamdulillah perasaan saya sangat senang, bersyukur, dan berterimakasih kepada semuanya, walaupun saya masih jauh dari kata aktif. Dan pesan saya adalah lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan, walaupun itu terasa sangat sulit,” ungkapnya penuh semangat. BEM berharap penghargaan ini dapat terus berlanjut di periode berikutnya sehingga semakin banyak mahasiswa aktif lahir dan mengharumkan nama baik kampus.

Reporter: Izzat Ibrahim

Editor: Ananda Maulana Tegar Renaldi