
STIQSI Lamongan menggelar rapat perdana bersama Ketua baru, ustadz Agus Salim Syukran, sebagai langkah awal memperkuat sinergi dan menyatukan visi seluruh civitas akademika. Rapat yang berlangsung di lingkungan kampus ini dihadiri oleh para dosen, tenaga kependidikan serta para staf, sebagai momentum awal membangun komunikasi dan arah kepemimpinan STIQSI ke depan.
Meneguhkan Visi dan Komitmen
Ustadz Salim dalam sambutannya menyampaikan, STIQSI Lamongan harus tetap berjalan sebagaimana visi awal, bahkan lebih baik dari sebelumnya. Beliau menekankan bahwa tanggung jawab memajukan kampus tidak hanya berada di pundak pimpinan, tetapi merupakan amanah seluruh tata pamong. Seluruh unsur lembaga diharapkan dapat berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan para pendiri dan perintis kampus, sekaligus menguatkan kualitas akademik, tata Kelola, serta budaya mutu perguruan tinggi. Menurut beliau, kunci utama dalam memajukan STIQSI terletak pada kerja sama yang solid, keikhlasan dalam mengabdi, serta rasa memiliki terhadap lembaga, dengan menjadikan etos kerja UNIDA sebagai salah satu rujukan inspiratif.
Rapat perdana ini juga menjadi ruang dialog terbuka antara ketua dan perwakilan masing-masing lembaga kampus. Berbagai masukan, harapan, serta gagasan baru disampaikan untuk pengembangan institusi selanjutnya.
Menghormati Jejak Perintis
Pada kesempata ini, civitas akademika juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada ketua sebelumnya, ustadz Piet Hizbullah Khaidir, yang telah mengabdikan diri sejak awal berdirinya STIQSI. Beliau dikenal sebagai sosok perintis yang terlibat langsung dalam proses pendirian, penyusunan dokumen, hingga pendampingan intensif dalam perjalanan awal kampus. Dengan keterbatasan sumber daya, beliau bersama tim perintis bekerja tanpa kenal lelah demi memastikan STIQSI Lamongan dapat berdiri, beroperasi, dan berkembang secara bertahap.
Seiring berakhirnya masa jabatan sesuai Surat Keputusan (SK), posisi Ketua kini diamanahkan kepada ustadz Agus Salim Syukran. Pergantian ini bukanlah akhir dari pengabdian ustadz Piet, melainkan bentuk perluasan peran, karena kiprah dan dedikasi beliau kini lebih dibutuhkan oleh Masyarakat luas.
Suasana rapat berlangsung hangat dan penuh semangat baru. Seluruh peserta rapat menyambut kepemimpinan baru dengan optimisme, seraya meneguhkan komitmen untuk melanjutkan perjalanan STIQSI Lamongan untuk terus bermutu, berkarakter Qur’ani dan berdaya saing.
Reporter: Nur Islamiyah
Editor: Ananda Maulana Tear Renaldi