Kreativitas Mahasiswa Hiasi Taplak Bertema 4 Dasawarsa Pondok Pesantren Al-Ishlah

Dalam rangka memeriahkan peringatan 4 Dasawarsa Pondok Pesantren Al-Ishlah, UKM Kesenian STIQSI Lamongan menggelar Lomba Lukis Taplak pada Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengabadikan perjalanan empat dekade Pondok Pesantren Al-Ishlah melalui karya seni yang dituangkan di atas kain taplak.

Pelaksanaan lomba dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama diawali dengan pembukaan dan pelaksanaan lomba lukis taplak, sesi kedua dilanjutkan dengan penyempurnaan karya, dan sesi ketiga diisi dengan presentasi filosofi karya, pengumuman pemenang, serta pembagian hadiah. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan hingga selesai.

Taplak sebagai Media Pengabadian Sejarah Pondok

Beragam karya ditampilkan oleh para peserta dengan visual dan makna yang berbeda-beda. Melalui lukisan pada kain taplak, peserta berusaha menggambarkan perjalanan Pondok Pesantren Al-Ishlah selama empat dasawarsa, mulai dari nilai pendidikan, perkembangan lembaga, hingga kontribusinya dalam membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak.

Pada sesi presentasi, setiap tim menjelaskan filosofi yang terkandung dalam karya mereka. Kreativitas peserta terlihat dari kemampuan mereka memadukan unsur seni dengan nilai-nilai historis Pondok Pesantren Al-Ishlah, sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat pesan dan makna tentang perjalanan panjang lembaga tersebut selama empat puluh tahun.

Perjuangan yang Terbayar dengan Prestasi

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, juara pertama berhasil diraih oleh perwakilan Semester 4, yaitu Asifah Bethan dan Isma Ayu. Sementara itu, juara kedua diraih oleh perwakilan Semester 8, yakni Adi Taufani dan Shokib Asy’Ari yang juga menampilkan karya yang menarik dan penuh makna.

Keberhasilan tersebut disambut dengan rasa syukur dan kebahagiaan oleh Asifah Bethan dan Isma Ayu. Keduanya mengaku tidak menyangka dapat meraih juara pertama di tengah persaingan yang ketat. “Kami sangat senang dan bersyukur. Kami tidak menyangka bisa menjadi juara pertama. Semua proses, kerja sama, dan perjuangan yang kami lakukan akhirnya tidak sia-sia,” ungkap mereka.

Menjaga Semangat Berkarya dan Menghargai Sejarah

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana bagi mahasiswa untuk mengenal, menghayati, dan mengapresiasi perjalanan panjang Pondok Pesantren Al-Ishlah melalui pendekatan seni. Melalui karya-karya yang dihasilkan, mahasiswa diajak merefleksikan nilai-nilai perjuangan dan kontribusi pondok yang telah berlangsung selama empat dasawarsa.

Melalui kegiatan ini, UKM Kesenian STIQSI berharap semangat berkarya di kalangan mahasiswa dapat terus tumbuh, seiring dengan upaya menjaga dan mengenalkan sejarah serta nilai-nilai Pondok Pesantren Al-Ishlah kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, peringatan empat dasawarsa tidak hanya menjadi momentum mengenang masa lalu, tetapi juga menginspirasi lahirnya karya-karya kreatif yang bermanfaat bagi masa depan.

Reporter: Sara Nuril
Editor: Ananda Maulana Tegar Renaldi