
Lamongan – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIQSI Lamongan melalui Bagian Keilmuan dan Peradaban kembali menyelenggarakan forum diskusi dua bulanan Ecomms (Epistemic Community of STIQSI) pada Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung selepas salat asar hingga pukul 17.00 WIB ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta pimpinan kampus sebagai bagian dari upaya mengembangkan budaya literasi dan diskusi akademik di lingkungan STIQSI.
Forum Diskusi Perkuat Budaya Keilmuan
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Cintana Putri selaku pembawa acara. Selanjutnya, Ilham Yusuf Muntaha membacakan ayat suci Al-Qur’an sebagai pembuka rangkaian forum. Pada sesi sambutan, M. Rafsanjani menyampaikan pentingnya menjaga konsistensi ruang-ruang diskusi sebagai sarana pengembangan wawasan dan tradisi keilmuan di kalangan mahasiswa.

Kehadiran rektor beserta jajaran dosen dalam kegiatan ini turut menunjukkan dukungan terhadap upaya mahasiswa dalam membangun budaya akademik yang aktif dan berkelanjutan melalui forum-forum diskusi ilmiah.
Mahasiswa Paparkan Beragam Kajian Interdisipliner
Pada sesi inti, tiga mahasiswa mempresentasikan hasil kajian mereka dari berbagai perspektif keilmuan. Muhammad Isa memaparkan kajian berjudul “Sublimasi Duka: Manifestasi Katarsis Nabi Ya’qub dalam Q.S. Yusuf [12]: 86 Perspektif Baydawi dan Sigmund Freud” yang mengkaji pertemuan antara tafsir Al-Qur’an dan psikologi.
Selanjutnya, Zulfa Salsabila mengangkat tema “Manusia Modern dalam Jerat Sistem: Antara Efisiensi dan Kehilangan Makna” yang membahas dinamika kehidupan manusia modern dalam menghadapi berbagai tuntutan sistem sosial kontemporer. Sementara itu, Isma Ayu mempresentasikan kajian “Makna Bawang Putih dalam Al-Qur’an dan Implikasinya terhadap Pemanfaatan Black Garlic dan Golden Garlic (Kajian Q.S. Al-Baqarah [2]: 61)” yang menghubungkan kajian Al-Qur’an dengan pemanfaatan bahan pangan dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusi Kritis Warnai Jalannya Forum
Forum berlangsung interaktif saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memberikan tanggapan, pertanyaan, serta masukan terhadap materi yang dipresentasikan. Salah satu pembahasan yang muncul dalam sesi ini berkaitan dengan pendekatan metodologis dan kerangka analisis yang digunakan oleh para pemateri dalam menyusun kajiannya.
Melalui diskusi tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk memperluas perspektif serta memperdalam pemahaman terhadap berbagai isu yang dibahas. Forum Ecomms diharapkan dapat terus menjadi ruang akademik yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berdialog secara ilmiah, serta memperkaya tradisi keilmuan di lingkungan STIQSI Lamongan.
Reporter: M. Rafsanjani
Editor: Ananda Maulana Tegar Renaldi