
ECOMMS (Epistemic Community of STIQSI) diadakan kembali untuk mahasiswa STIQSI Lamongan. Ketua ECOMMS dalam sambutannya menegaskan tujuan ECOMMS untuk menghidupkan kembali atmosfer keilmuan yang bersanad.
ECOMMS adalah salah satu program kerja departemen keilmuan dan kebudayaan. Programnya yakni mengutus 3 anak setiap kelas untuk menulis artikel jurnal dan mempresentasikannya di depan para mahasiswa. Sebelum dipresetasikan, tulisan mahasiswa akan disaring oleh juri terlebih dahulu.
ECOMMS yang dilaksanakan pada 1 Mei 2025 ini menampilkan 3 pemateri dengan judul yang keren, diantaranya adalah Nadine Syakira Ramadhani dengan judul tulisan “Cashless Society dalam Prespektif Islam, Kemudahan atau Ujian”. Nor Sabilah dengan judul “Inner Beauty dalam Islam Prespektif Q. S. al-Hujurat Ayat 13”. Dan yang terakhir M. Shofwan Taqiyuddin. R dengan judul “Mengembangkan Kemaritiman Indonesia untuk Kesejahteraan Masyarakat (Studi Analisis Q. S. al-Nahl Presepktif al-Sha’rawy)”.

M. Rafsanjani, selaku ketua panitia ECOMMS mengungkapkan bahwa ECOMMS penting dilakukan mahasiswa untuk mempersiapkan mahasiswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan seseorang tentang suatu hal. “Sebagai mahasiswa yang ilmunya bersanad, selazimnya kita berbicara ilmu yang diajarkan para masyayikh kita, maksudnya apa? kita berkomentar atas perkara yang kita ketahui, bukan mengarang sendiri. Nah, Ecomms ini ya salah satu wadahnya,” ujar Rafsanjani.
Dengan digelarnya kembali ECOMMS, diharapkan atmosfer keilmuan yang bersanad semakin mengakar kuat di kalangan mahasiswa STIQSI Lamongan. Kegiatan ini bukan hanya ajang presentasi akademik, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama untuk mengasah kemampuan menulis, berpikir kritis, dan menyampaikan ilmu dengan adab serta landasan yang jelas. ECOMMS hadir sebagai wujud nyata komitmen kampus dalam mencetak generasi intelektual yang tidak hanya cerdas secara keilmuan, tetapi juga teguh memegang sanad keilmuan dan nilai-nilai keislaman.
Reporter: Abdulida Avant S S
Editor: Nur Islamiyah