
Language Department Center (LDC) STIQSI Lamongan menyelenggarakan kegiatan Daurah Tathwīr Mahārāt Qirā’at al-Kutub pada 1–2 Maret 2026. Kegiatan ini bertempat di Mabna Al-Amanati lantai 2 dan diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif STIQSI Lamongan.
Daurah Tathwīr Mahārāt Qirā’at al-Kutub bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam membaca dan memahami kitab turats. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya penguatan kemampuan bahasa Arab, khususnya dalam bidang nahwu dan sharaf, sebagai fondasi utama dalam maharah qirā’ah al-kutub.
Pada daurah tersebut, panitia menghadirkan dosen STIQSI Lamongan, Ustaz Rahmat Yusuf Aditama, S.Ag., M.Ag., sebagai pemateri. Beliau dikenal memiliki profesionalitas dan kapasitas keilmuan yang mumpuni dalam bidang ilmu nahwu. Kehadiran dosen internal sebagai pemateri menunjukkan kepercayaan terhadap kualitas sumber daya akademik kampus dalam membina dan meningkatkan kemampuan mahasiswa.
Tidak Bisa Berbahasa Arab karena Bukan Orang Arab
Ustaz Rahmat Yusuf mengawali daurah dengan menyampaikan bahwa tidak menjadi masalah jika seseorang belum lancar berbahasa Arab, karena ia tidak terlahir sebagai orang Arab. Menurutnya, ketika melihat seorang anak kecil sangat fasih berbahasa Arab, hal itu memang menakjubkan. Namun, jika menjumpainya di tanah Arab, hal tersebut menjadi sesuatu yang wajar karena bahasa Arab adalah bahasa ibu mereka.
Beliau menegaskan bahwa pada dasarnya semua bahasa di dunia dapat dipelajari dan siapa pun memiliki kesempatan untuk menguasainya. Kesulitan dalam belajar bukan berarti seseorang bodoh, melainkan bisa jadi karena belum menemukan metode belajar atau guru yang tepat sesuai dengan gaya belajarnya.
Belajar untuk Mengajarkannya Kembali

Kegiatan daurah diawali dengan pemberian pretest kepada para peserta. Pretest tersebut bertujuan untuk mengukur kemampuan awal peserta sebelum materi disampaikan. Pada akhir kegiatan, peserta juga diberikan posttest sebagai evaluasi hasil pembelajaran selama dua hari pelaksanaan daurah.
Pemateri menyampaikan bahwa durasi dua hari merupakan waktu yang relatif singkat untuk mendalami materi. Oleh karena itu, diharapkan terdapat tindak lanjut pembelajaran setelah kegiatan ini. Peserta tidak hanya diharapkan belajar untuk kepentingan pribadi, tetapi juga mampu mengajarkan kembali ilmu yang diperoleh kepada adik tingkat mereka.
Reporter: Vira Ainur
Editor: Ananda Maulana Tegar Renaldi