
Lamongan – Sebagai wujud nyata komitmen dalam memotivasi mahasiswa untuk meraih pendidikan tinggi, STIQSI Lamongan menggelar sharing session bertajuk “Peluang Beasiswa LPDP bagi Jurusan IAT” pada Senin, 15 September 2025 di Mabna Al-Amanati Lt. 2. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Nailil Farohah (awardee LPDP PKUMI) dan Firdarini (awardee LPDP Magister PKUP), yang keduanya telah membuktikan keberhasilan meraih beasiswa prestisius nasional. Dengan moderator Ilma Putri Avicenna, mahasiswa STIQSI, acara semakin lengkap melalui keynote speech Ustadz Rahmat Yusuf Aditama, S.Ag., M.Ag., yang menegaskan pentingnya pendidikan sebagai investasi terbesar bagi masa depan bangsa.
Pendidikan sebagai Investasi Paling Berharga
Dalam keynote speech-nya, Ustadz Rahmat Yusuf Aditama menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi paling berharga bagi suatu bangsa. Ia mengutip data bahwa per 2024 pemerintah Indonesia telah mengalokasikan 20% APBN untuk sektor pendidikan, setara dengan Rp 660 triliun. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 alenia keempat yang menyatakan salah satu tujuan negara adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa.”
Sebagai perbandingan, Ustadz Aditama menyinggung kemajuan Jepang yang mampu membangun industri otomotif hanya dalam 10 tahun setelah merdeka. Menurutnya, keberhasilan tersebut dicapai karena fokus pada pendidikan sebagai motor utama pembangunan bangsa.
Motivasi dan Tips dari Nailil Farohah
Dalam pemaparannya, Nailil Farohah menjelaskan secara rinci jenis-jenis beasiswa LPDP, di antaranya Program Umum, Afirmasi, Targeted, hingga PKUMI yang secara khusus menyiapkan kader ulama di Masjid Istiqlal. Ia juga berbagi pengalaman mengikuti program short course ke luar negeri, antara lain di Universitas Al-Azhar, Mesir dan Hartford International University, Amerika Serikat.
Nailil menekankan bahwa seleksi LPDP membutuhkan persiapan serius, mulai dari administrasi, tes bakat skolastik, hingga wawancara substansi. “Jangan pernah lelah merawat mimpi, bangun relasi, langitkan doa, dan jangan pernah menyerah,” ujarnya memotivasi mahasiswa STIQSI.

Strategi Persiapan ala Firdarini
Sementara itu, Firdarini menekankan aspek strategi dan mentalitas dalam menyiapkan beasiswa LPDP. Ia mendorong mahasiswa untuk aktif mencari informasi, mengasah keterampilan bahasa asing, serta memperkaya pengalaman organisasi dan kepemimpinan. Menurutnya, pengalaman pengabdian masyarakat dan konsistensi menulis artikel ilmiah maupun esai personal menjadi nilai penting dalam seleksi.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa jurusan IAT memiliki peluang besar untuk lolos LPDP, karena beasiswa ini sangat terbuka terhadap disiplin keislaman yang dipadukan dengan ilmu sosial maupun humaniora. Adapun untuk lintas jurusan mungkin terjadi asal memiliki alasan kuat serta tetap teguh pada pendirian saat menjalani sesi wawancara dengan tim penguji beasiswa.
Harapan dan Dampak Kegiatan
Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan semangat yang tinggi dari mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar peluang studi lanjut, persiapan dokumen, hingga strategi menghadapi wawancara LPDP.
Melalui forum ini, STIQSI Lamongan berharap mahasiswa tidak hanya termotivasi, tetapi juga memiliki gambaran nyata tentang langkah-langkah meraih beasiswa bergengsi LPDP. Kehadiran narasumber yang berpengalaman serta penguatan materi dari keynote speech semakin memperkaya perspektif mahasiswa untuk lebih percaya diri menatap peluang pendidikan tinggi di masa depan.
Reporter: Ananda Maulana Tegar Renaldi
Editor: Lutfiya Nurmayanti