Pengasuh Ponpes Al-Ishlah Sendangagung Paciran: Kunci Sukses dan Barakah-Manfaat Ilmu, Mengabdi Ikhlash, Meraih Kualitas

Dalam Yudisium dan Takriim al-Khirrijin III STIQSI Lamongan, yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren al-Ishlah Kamis (10/08/’23), Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung Paciran Lamongan yaitu Drs. KH. Muhammad Dawam Saleh, menyampaikan bahwa kunci sukses itu terletak pada pengabdian yang dilaksanakan dengan ikhlash. “Jika kita melaksanakan pengabdian dengan ikhlash, melakukan semua tugas dan pekerjaan dengan landasan niat lillahi ta’ala, di manapun itu kalian berada, maka di manapun kalian berkiprah dengan ikhlash, kelak pasti kalian akan menuai hasil dan sukses yang gemilang. Sebaliknya, jika kalian curang, suka menipu, berbuat maksiat, yang dituju hanyalah bayaran, maka orang banyak yang tak menyukai kalian karena perbuatan kalian itu. Kalian kemudian akan diusir dengan nista”.

Oleh karena itu, menurut Ketua Dewan Pembina STIQSI ini, dalam melakukan suatu pekerjaan yang dilandasi keikhlasan akan lahir kualitas. Kualitas yang diupayakan wujud dari buah keikhlasan, makan kuantitas akan muncul dengan sendirinya.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa ada enam unsur yang membawa al-Ishlah dalam capaian keberhasilan dalam pendidikan dan pengajaran seperti sekarang ini. Enam unsur tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Adanya asrama santri
  2. Keseimbangan ilmu pengetahuan umum dan agama
  3. Aktif dalam kemampuan berbahasa Arab dan Inggris
  4. Kedisiplinan guru dan santri
  5. Kegiatan ekstra kurikuler yang bervariasi
  6. Uswah pimpinan Pondok

Dalam pada itu, Ketua STIQSI Lamongan, Dr. Piet Hizbullah Khaidir, S.Ag., MA., menyampaikan pesan tambahan bahwa gelar akademik yang diperoleh oleh para yudisiumum dan yudisiumat hanyalah pintu gerbang untuk menuju perjalanan yang selanjutnya.

“Perjalanan kita saat ini tidak akan berhenti hanya sampai di sini saja. Perjalanan yang harus kita tempuh masih sangat panjang nan jauh dan tentunya di depan sana nanti kita akan banyak sekali mengahadapi berbagai macam rintangan. Oleh karena itu, jangan pernah berhenti untuk membaca, karena membaca dan menulis melahirkan karya-karya hebat berbasis al-Qur’an. Karena membaca dan menulis adalah pilar peradaban Islam. Jangan berhenti menulis hanya sampai pada skripsi saja. Menulislah terus, sebab menulis merupakan bagian dari belajar yang harus terus-menerus kita lakukan”, tegasnya.

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini berharap dan berdo’a, semoga ilmu yang telah diperoleh oleh para yudisiumun dan yudisiumat dapat bermanfaat tidak hanya di lingkungan STIQSI saja, namun ketika nanti sudah menyebar ke se-anntero dunia. Selain itu juga dapat membawa keselamatan di dunia dan di akhirat.

“Ilmu yang kita dapatkan dari STIQSI Lamongan, dari Pondok ini, merupakan ilmu yang bersanad langsung dari Kiai kita yakni al-Ustadz Muhamamd Dawam Saleh. Sanad ilmu ini harus selalu kita pegang teguh dan jangan sampai terlepas dari diri kita” ujarnya.

Puncak sanad keilmuan yang harus dipegang oleh setiap alumni STIQSI Lamongan dari al-Ustad Dawam Shaleh, yaitu: “Cintailah ilmu, amal dan ibadah, maka Dunia akan datang dengan sendirinya. Dan janganlah terlalu mencintai dunia karena dunia adalah pangkal dari segala kesalahan”.

Segala pesan dan nasihat yang telah disampaikan baik oleh Pengasuh Pondok Pesantren al-Ishlah maupun Ketua STIQSI Lamongan, harapannya adalah agar semua alumni STIQSI Lamongan dapat melaksanakannya dengan sebaik mungkin, ketika mengarungi kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan Pondok ataupun di tempat yang baru kelak.

Reporter: Nur Halizatul Magfiroh

Editor: Nur Halizatul Magfiroh

Proofreader: Phzdr