
Lamongan – Ujian Tengah Semester (UTS) di STIQSI Lamongan yang digelar mulai Senin, 8 September hingga Ahad, 14 September 2025 berlangsung dengan nuansa baru. Untuk pertama kalinya, mahasiswa Prodi Studi Islam yang baru saja dibuka turut serta dalam pelaksanaan UTS. Kehadiran prodi baru ini menambah warna dalam dinamika akademik STIQSI Lamongan, sekaligus menandai fase baru perjalanan kampus yang sebelumnya hanya memiliki Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).
Momentum ini menjadi penting diperhatikan karena memperlihatkan perkembangan STIQSI dalam bidang akademik. UTS yang semula hanya berfokus pada penguatan bidang ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, kini berkembang dengan keterlibatan Prodi Studi Islam. Hal ini mencerminkan semangat kampus dalam menjawab tantangan zaman dengan tetap menjaga akar tradisi keilmuan, sekaligus membuka diri pada cakrawala studi yang lebih luas.
Jadwal Bergiliran: Prodi Studi Islam dan IAT
Secara teknis, pelaksanaan UTS tahun ini juga berbeda dari sebelumnya. Mahasiswa menjalani ujian di kelas masing-masing sesuai dengan jadwal yang sudah disusun. Namun, perbedaan mencolok tampak pada pembagian waktu ujian. Beberapa mata kuliah dijalani terlebih dahulu oleh mahasiswa Prodi Studi Islam, sementara di waktu lain giliran mahasiswa Prodi IAT yang menempuh ujian. Pola ini menciptakan suasana baru yang belum pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Dengan sistem pengaturan jadwal tersebut, pihak akademik STIQSI mampu mengelola UTS secara lebih fleksibel tanpa mengurangi kualitas evaluasi pembelajaran. Ujian ini tetap berfungsi sebagai acuan untuk mengukur capaian akademik mahasiswa, sekaligus menjadi sarana bagi kampus untuk menilai efektivitas pembelajaran yang telah berlangsung selama setengah semester. “Secara umum sistem ujian tidak terlalu berbeda, hanya saja mungkin ada perbedaan dalam jenis soal yang diberikan karena ada Pelajaran khsusus untuk Prodi IAT dan SI.” Jawab Okta Virani, mahasiswa asal Latukan-Karanggeneng-Lamongan, alumni Pondok Pesantren An-Nur, Karanggeneng, sekaligus hafidzah 30 juz Al-Qur’an.
Salah satu peserta UTS, Fayad Zaibullah Asy-Syahid Alamsyah, mahasiswa asal Baranusa, Alor, Nusa Tenggara Timur, sekaligus alumni MA Al-Ishlah Bondowoso, menyampaikan kesannya. “Alhamdulillah UTS di hari pertama lancar selalu. Alhamdulillah selama ini masih aman. Semoga teman-teman semuanya sukses selalu dalam menghadapi ujiannya,” ujarnya penuh optimisme.
Harapan
Harapan di Balik UTS Perdana Prodi Studi Islam
Dengan berakhirnya pelaksanaan UTS pada Ahad, 14 September 2025, STIQSI Lamongan berharap para mahasiswa dapat memperoleh hasil terbaik dari kerja keras mereka selama ini. UTS kali ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi pembelajaran, tetapi juga tonggak penting dalam perjalanan akademik kampus. Kehadiran Prodi Studi Islam sebagai peserta baru menunjukkan bahwa STIQSI Lamongan terus tumbuh, bertransformasi, dan siap mencetak generasi unggul yang berakar pada tradisi sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.
Sebagai catatan penting, keberhasilan penyelenggaraan UTS perdana Prodi Studi Islam ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh civitas akademika STIQSI. Dengan semakin bertambahnya prodi dan variasi bidang studi, STIQSI Lamongan menunjukkan kesiapannya menjadi lembaga pendidikan tinggi Islam yang adaptif, kompetitif, dan berkontribusi nyata dalam mencetak kader intelektual muslim di tingkat lokal maupun global.
Reporter: Ananda Maulana Tegar Renaldi
Editor: Luthfiya Nurmayanti