
Pada Ahad, 13 Juli 2025 – Sebelum perkuliahan dimulai, STIQSI Lamongan mengundang para wali mahasiswa baru dalam rangka silaturrahim dan mengenalkan seluk beluk pengabdian dan perkuliahan di STIQSI Lamongan. Meski diiringi hujan deras, para wali mahasiswa baru tetap antusias hadir pada acara silaturrahim bersama pengasuh, kepala, dosen, dan mahasiswa STIQSI Lamongan. Hujan deras tidak mematahkan antusias para wali mahasiswa baru, karena merasa kehadiran masing-masing wali mahasiswa sebagai tanda kehormatan yang jarang sekali ditemui di kampus-kampus lainnya.
Selain itu, STIQSI (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains Al-Ishlah) yang bertempat di sebuah desa yang ada di kecamatan Paciran ini merupakan kampus yang tidak hanya sebagai tempat mahasiswa belajar saja, akan tetapi juga mendidik mahasiswa agar dapat berguna di masyarakat dengan melatih diri untuk mengabdi di pondok dengan jumlah santri kurang lebih dua ribu orang. Hal inilah yang menjadi ciri khas perkuliahan yang ada di STIQSI dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para orang tua untuk memasukkan anak-anaknya kuliah di STIQSI.
“Para mahasiswa dan mahasiswi telah banyak diminta untuk mengabdi di masyarakat, terutama lembaga-lembaga pendidikan dan pesantren lain, walaupun para mahasiswa dan mahasiswi masih mengabdi di Pondok ini” Ujar ketua STIQSI, Dr. Piet Hizbullah Khaidir, S.Ag., MA dengan tegas dan penuh keyakinan.

“Meskipun jurusannya tafsir, tapi mahasiswa-mahasiswi STIQSI bisa apa saja” tambahan dari Drs. K.H. Muhammad Dawam Saleh selaku pembina STIQSI, sekaligus pengasuh pondok pesantren Al-Ishlah.
Para wali mahasiswa baru, dosen, dan mahasiswa STIQSI mendengarkan dengan penuh keharuan dan penghayatan hal-hal yang disampaikan oleh Asatidz dalam acara Silaturrahim dengan para wali mahasiswa baru ini. Penyampaian sambutan dari astidz telah usai, kemudian dilanjutkan doa bersama yang dipimpin oleh Drs. K.H. Muhammad Dawam Saleh. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan mahasiswa-mahasiswi berprestasi, baik prestasi akademik maupun non akademik dan pembagian KHS (Kartu Hasil Studi) sebagai penutup acara.
Reporter: Imelda Rudin Prastika
Editor: Ananda Maulana Tegar Renaldi