
Lamongan – Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains Islam (STIQSI) Lamongan telah menerapkan konsep baru dalam pelaksanaan sidang proposal skripsi mahasiswa. Berbeda dari sidang sebelumnya yang terbuka, kini sidang dilaksanakan secara tertutup dan hanya dihadiri oleh peserta sidang, dua dosen penguji, serta satu dosen pembimbing.
Suasana Lebih Fokus dan Kondusif
Konsep ini memberikan suasana yang lebih fokus dan kondusif. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mempresentasikan ide penelitian mereka dengan tenang, sementara dosen penguji dapat memberikan masukan yang lebih rinci dan mendalam.

Alasan Sidang Proposal Dilaksanakan Tertutup
Penerapan sidang proposal secara tertutup di STIQSI Lamongan bukan tanpa alasan. Model ini dipilih agar mahasiswa dapat lebih fokus dalam menyampaikan gagasannya tanpa distraksi, sekaligus memberi ruang bagi dosen penguji untuk menyampaikan kritik dan saran secara lebih detail.
Selain itu, sidang tertutup juga dinilai mampu mengurangi tekanan psikologis mahasiswa yang kerap merasa gugup bila harus diuji di hadapan banyak orang, serta menjaga objektivitas proses akademik agar benar-benar berorientasi pada kualitas penelitian, bukan sekedar formalitas.
Pengalaman Mahasiswa dalam Sidang Tertutup
Salah satu peserta sidang, yaitu Ratna Dewi Kumalasari, mengaku merasakan pengalaman berbeda dengan model sidang baru ini. Dalam wawancara setelah sidang, ia menuturkan:
“Awalnya saya merasa cukup tegang karena suasana sidang lebih hening dan resmi. Namun, justru hal itu membuat saya lebih konsentrasi dalam menyampaikan isi proposal. Pertanyaan dari penguji juga lebih detail, sehingga saya tahu bagian mana yang perlu saya perbaiki,” ujarnya.

Ratna juga menambahkan bahwa konsep sidang tertutup memberikan pengalaman akademik yang lebih serius. “Saya merasa sidang seperti ini lebih mendidik, karena betul-betul diarahkan untuk memperkuat penelitian, bukan sekadar formalitas. Meski menegangkan, saya senang bisa mendapatkan banyak masukan penting,” jelasnya.
Dengan adanya penerapan konsep baru ini, mahasiswa STIQSI Lamongan diharapkan mampu mengembangkan penelitian yang lebih berkualitas, serta terbiasa menghadapi forum akademik dengan serius dan penuh tanggung jawab.
Reporter: Ratna Dewi Kumalasari
Editor: Nur Islamiyah