Semangat Kebangsaan dan Nilai Qur’ani Hadir dalam Maskot Karnaval STIQSI Lamongan 2025

Lamongan- Partisipasi Mahasiswa STIQSI Lamongan pada Karnaval Pondok Pesantren Al-Ishlah tahun ini hadirkan semangat kebangsaan yang berpadu dengan nilai-nilai qur’ani. Aspek pembeda dari tahun sebelumnya ini, disimbolisasikan pada maskot unik berupa “Burung Garuda yang Membawa Bendera Merah Putih”. Maskot tersebut bukan sekedar ikon karnaval, melainkan representasi Identitas STIQSI yang mengedepankan Cinta Tanah air sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai al-Qur’an. Kehadirannya diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan bagi civitas akademika serta menjadi sarana dakwah yang kreatif dan inspiratif bagi masyarakat luas.

Selain maskot burung garuda, poster-poster tematik yang sejalan dengan tema besar karnaval, yakni “Qur’an Sains: Merajut Ukhuwah, Menebar Ishlah”, juga turut menghiasi barisan peserta. Poster-poster tersebut didesain dengan sentuhan visual modern dan pesan Islami yang kuat, menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) dan Ishlah (perbaikan) di tengah masyarakat. Kehadiran maskot dan poster ini menjadi bentuk sinergi antara ekspresi seni, nasionalisme dan dakwah islami.

Kerja Keras Dibalik Layar dengan Keterbatasan Waktu
Satu hal yang menarik, idealnya pembuatan maskot dan poster membutuhkan Waktu Panjang, namun dalam proses ini hanya membutuhkan Waktu tujuh hari. Tantangan ini membuat tim kreatif mahasiswa STIQSI harus bekerja siang malam agar hasil yang ditampilkan tetap maksimal dan mampu menjadi ikon kebanggaan karnaval. Ketua panitia sekaligus Ketua BEM STIQSI 2025, mengungkapkan apresiasinya terhadap semangat tim yang mampu bekerja dalam waktu terbatas. “Pembuatan maskot dan poster ini sebenarnya membutuhkan persiapan panjang. Namun, dengan dedikasi dan kerja sama, kami optimis dapat menyelesaikan semuanya dalam tujuh hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, keterlibatan mahasiswa dalam tim kreatif ini menjadi bukti nyata bagaimana semangat kolaborasi yang dapat melahirkan karya besar. Setiap individu berkontribusi sesuai dengan keahliannya, mulai dari merancang konsep desain, menyusun detail teknis, hingga melakukan penyelesaian akhir agar hasilnya maksimal. Proses ini bukan hanya tentang menghasilkan maskot dan poster semata, tetapi juga melatih mahasiswa untuk bekerja dalam tim, mengasah kreativitas, serta menanamkan nilai tanggung jawab bersama. Semangat gotong royong inilah yang pada akhirnya menjadikan karya tersebut bukan hanya milik segelintir orang, melainkan kebanggaan seluruh civitas akademika STIQSI.

Dengan persiapan yang intensif dan penuh semangat kebersamaan ini, Karnaval Mahasiswa STIQSI Lamongan 2025 diharapkan tidak hanya menjadi acara meriah secara visual, tetapi juga sarat makna. Kehadiran maskot Garuda Merah Putih dan poster Qur’ani menjadi pesan kuat bahwa dakwah dan kebangsaan bisa bersatu dalam karya kreatif yang membanggakan.

Reporter: Ratna Dewi Kumalasari

Editor: Luthfiya Nurmayanti