
Rabu, 4 Juni 2025 menjadi hari ketiga dalam rangkaian acara tahunan Shaykhuna Cup 2025. Lomba badminton menjadi cabang ketiga yang dipertandingkan bagi golongan putri, setelah estafet dan tarik tambang. Perlombaan ini diselenggarakan oleh Isma Ayu Cahyati dan berlangsung di halaman Gedung STIQSI, dengan suasana yang meriah dan penuh semangat dari para peserta maupun penonton.
Lomba dimulai sejak pukul 16.15 WIB dengan sesi pertama babak satu dimainkan oleh Risma Azifatul Hijriyah dari angkatan 5, dan Azmi Mahdiyatul Mawaddah dari angkatan 7. Kedua pemain bermain dengan sengit. Meski pada permulaan permainan Azmi unggul dalam mencetak skor,tetapi Risma berhasil menyusul dan memenangkan babak pertama di sesi pertama.
Perlombaan pada babak kedua juga berlangsung panas dan menegangkan. Para suporter nampak ikut hanyut dalam adrenalin permainan hingga sesekali memberi semangat kepada jagoannya masing-masing. Meski demikian, Risma berhasil mempertahankan skor unggulnya dan menjadi pemenang dalam babak kedua sesi satu sore itu. “Kalau lawan Azmi ini, beratnya di tak tik. Kalo dulu main, yang berat di power” ungkap Risma ketika diwawancarai mengenai kesannya bertanding lawan Azmi sore itu.

Berbanding terbalik dengan sesi pertama yang berlangsung cukup tegang, sesi kedua perlombaan dipenuhi dengan gelak tawa para suporter yang antusias menyaksikan pertandingan seru antara Nova Rahma Arifin dari angkatan 8 dan Ratna Dewi Kumalasari. Suasana pertandingan terasa lebih santai dan cair, terutama karena gaya bermain Nova yang unik dan menghibur. Meskipun dipenuhi canda tawa dari para penonton, pertandingan tetap berlangsung serius dan sportif hingga akhirnya Ratna berhasil melaju ke babak final yang akan dilaksanakan pada 10 Juni 2025 mendatang.
Pertandingan ini menunjukkan bahwa semangat kompetisi bisa tetap hangat dan menyenangkan tanpa mengurangi esensi dari sportivitas. Para peserta dan suporter sama-sama menikmati jalannya lomba, menjadikan Shaykhuna Cup tidak hanya ajang unjuk kemampuan, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan.
Reporter: Khoirun Nisail Maghfiroh
Editor: Nur Islamiyah