
Selasa, 12 Agustus 2025 pukul 20.00 WIB BEM Dept Bahasa kembali mengadakan kegiatan Qira’at al-Kutub yang dipandu oleh Ustadz Fajar Islami Human. Materi yang dibaca meliputi Tafsir al-Sa’di (halaman 28, mulai dari “وأما النفاق” hingga “المؤمنين”) yang disampaikan oleh Khoirul Mu’minin, serta al-Mizan (halaman 27, mulai dari “وفي كشف” hingga “وتعليما”) yang disampaikan oleh Nadine Syakira. Ayat yang dikaji adalah Surah al-Baqarah. Suasana pembelajaran berjalan seperti biasanya, para peserta terlihat serius dan kondusif mengikuti jalannya kajian.
Kajian malam itu membahas Surat al-Baqarah dengan pembahasan dari Tafsir al-Sa’di yang menyoroti makna nifaq bagi orang-orang beriman, serta dari al-Mizan yang mengupas tafsir ayat tentang penjelasan dan pengajaran. Dari Tafsir al-Sa’di disampaikan bahwa nifaq bukan sekadar kemunafikan yang tampak di permukaan, tetapi sebuah penyakit hati yang merusak keimanan. Sementara dari al-Mizan dibahas makna mendalam dari ayat yang menegaskan pentingnya penjelasan kebenaran dan proses pengajaran yang benar.

Dalam kajian tafsir, dibahas mengenai penjelasan dari masing-masing kitab. Dari catatan tambahan, dijelaskan bahwa kata “Limahamida” dibaca demikian dan bukan “Limahamidi” karena termasuk wazan mafā‘il yang ketika majrur tetap berharakat fathah. Selain itu, huruf tā’ yang berada di akhir kata tidak selalu menunjukkan ta’nīts, tetapi ada yang merupakan huruf tambahan (ziyādah) dan ada pula yang menunjukkan bentuk mufrad. Ustadz Fajar juga menyampaikan bahwa Allah adalah Dzat yang berhak untuk dipuji, cukup dengan kalimat alhamdulillah. Berbeda dengan manusia yang tidak berhak dipuji namun sering meminta pujian berlebihan.
Selain itu, dijelaskan pula bahwa susunan jumlah ismiyah tidak memiliki keterikatan waktu, sedangkan jumlah fi’liyah memiliki keterikatan waktu tertentu. Kajian ini diakhiri dengan penguatan pemahaman peserta terhadap materi isim ghairu munsarif yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya.
Reporter : Nor Sabilah
Editor : Ananda Maulana Tegar Renaldi