
Lamongan – Selasa, 9 September 2025, kegiatan Qira’at al-Kutub kembali digelar dengan penuh semangat. Agenda rutin ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membaca dan mengkaji tafsir secara bersama-sama, sekaligus memperluas wawasan keislaman. Yang berbeda pada kesempatan kali ini adalah hadirnya beberapa alumni, sehingga suasana terasa lebih hidup dan penuh keakraban.
Tafsir al-Mīzān: Manusia Hanya Hamba Allah
Pembacaan pertama disampaikan oleh Irji’ Thoriq yang mengkaji Tafsir al-Mīzān. Tema yang diangkat sangat mendalam sekaligus relevan dengan kehidupan sehari-hari, yaitu hakikat manusia sebagai hamba Allah. Dalam penjelasannya, manusia sejatinya tidak memiliki kuasa apa pun; semua yang dimiliki hanyalah titipan Allah. Layaknya seorang budak yang tak berhak atas apa pun tanpa izin tuannya, demikian pula kedudukan manusia di hadapan Allah.
Kesadaran bahwa manusia hanyalah hamba membuat ibadah menjadi lebih tulus. Tugas utama manusia adalah tunduk, patuh, dan beribadah kepada Allah semata. Dengan pemahaman ini, seorang mukmin akan terhindar dari kesombongan, sebab segala yang dimiliki sejatinya adalah milik Allah semata.

Tafsir al-Sa‘di: Mengaku Perbaikan, Ternyata Kerusakan
Selanjutnya, giliran Arisa Safira yang membacakan Tafsir al-Sa‘di. Tema yang dikaji adalah sifat orang-orang munafik. Mereka kerap mengaku melakukan perbaikan, padahal sejatinya menebar kerusakan. Kerusakan yang dimaksud tidak hanya berupa kekufuran dan kemaksiatan, tetapi juga pengkhianatan terhadap kaum beriman.
Lebih jauh, para munafik kerap membungkus kebatilan dengan klaim kebaikan. Padahal, sebagaimana ditegaskan Al-Qur’an, merekalah yang sebenarnya menjadi perusak bumi. Dampak kerusakan tersebut bahkan bisa terasa pada alam, seperti bencana atau terganggunya keseimbangan lingkungan.

Suasana dan Harapan
Kegiatan Qira’at al-Kutub kali ini berjalan dengan lancar dalam suasana serius namun tetap hangat. Kehadiran alumni memberi motivasi tambahan bagi para peserta sekaligus mempererat jalinan kebersamaan di antara mahasiswa.
Di penghujung acara, terselip harapan kepada Departemen Pengembangan Bahasa dan Kebudayaan agar semakin banyak mahasiswa aktif maupun alumni dapat mengikuti kegiatan ini. Qira’at al-Kutub diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi benar-benar menjadi sarana memperdalam ilmu agama serta memperkuat keimanan.
Reporter: Nor Sabilah
Editor: Ananda Maulana Tegar Renaldi