Penguasaan Bahasa Asing Jadi Bekal Akademik dan Profesional Mahasiswa pada OSMABA STIQSI 2026

Lamongan – Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMABA) STIQSI Lamongan Tahun Akademik 2026/2027 kembali berlanjut pada Kamis (9/7) dengan mengangkat tema kebahasaan. Materi ini disampaikan oleh Al-Ustadz Eko Suryaddin Zain, Lc., M.Ag. yang menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa STIQSI. Menurut beliau, kedua bahasa tersebut tidak hanya menunjang keberhasilan akademik, tetapi juga menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia profesional yang semakin kompetitif.

Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai Pilar Keilmuan

Dalam pemaparannya, Al-Ustadz Eko menjelaskan bahwa bahasa Arab memiliki kedudukan yang sangat penting karena merupakan bahasa Al-Qur’an serta berbagai kitab turats dan kitab tafsir yang menjadi rujukan utama dalam perkuliahan di STIQSI. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk menguasai bahasa Arab agar mampu memahami sumber-sumber keislaman secara langsung tanpa bergantung sepenuhnya pada terjemahan.

Di samping itu, beliau juga menyoroti pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang membuka akses terhadap jurnal ilmiah, hasil penelitian, serta komunikasi di tingkat global. Kemampuan bahasa Inggris dinilai dapat memperluas wawasan akademik sekaligus meningkatkan daya saing mahasiswa dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja. Beliau menambahkan bahwa setiap mahasiswa perlu memiliki tujuan yang jelas dalam mempelajari bahasa asing, baik untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi maupun sebagai bekal memasuki dunia profesional.

Peran Language Development Center dalam Pengembangan Bahasa

Pada kesempatan tersebut, Al-Ustadz Eko turut memperkenalkan Language Development Center (LDC) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pengembangan kompetensi kebahasaan mahasiswa STIQSI. LDC menyelenggarakan tes TOEFL dan TOAFL secara berkala setiap semester sebagai instrumen untuk mengukur perkembangan kemampuan bahasa mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi ujian akhir.

Beliau menjelaskan bahwa sertifikat kelulusan TOEFL dan TOAFL merupakan salah satu persyaratan akademik yang harus dipenuhi mahasiswa sebelum menyelesaikan studi. Kehadiran LDC diharapkan mampu menciptakan budaya belajar bahasa yang berkelanjutan sehingga kualitas kemampuan bahasa mahasiswa STIQSI terus meningkat dari waktu ke waktu.

Konsistensi Menjadi Kunci Keberhasilan Belajar Bahasa

Menutup sesi, Al-Ustadz Eko memberikan motivasi kepada seluruh mahasiswa baru agar senantiasa membiasakan tiga aktivitas utama dalam proses belajar bahasa, yaitu mendengar, membaca, dan berlatih. Menurut beliau, tidak ada seseorang yang dapat menguasai bahasa secara instan. Kemampuan tersebut hanya dapat diraih melalui proses belajar yang panjang, latihan yang berkesinambungan, serta konsistensi dalam mengembangkan kemampuan diri.

Beliau juga berpesan agar mahasiswa tidak takut melakukan kesalahan ketika belajar bahasa. Kesalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang akan mengantarkan seseorang menuju kemampuan yang lebih baik. Dengan terus bertanya, aktif berlatih, dan tidak pernah berhenti belajar, mahasiswa diharapkan mampu menguasai bahasa asing sebagai bekal untuk memperdalam ilmu pengetahuan, memperluas wawasan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat.

Reporter: Arisa Safira
Editor: Muhammad Rifqi Al Hanif