LAMPU PADAM, SEMANGAT TAK TERHENTIKAN: MAHASISWA STIQSI TETAP GELAR LATIHAN KHOT

Lamongan, 24 April 2026 — Pemadaman listrik yang terjadi pada Jumat malam tidak menghentikan aktivitas latihan khot mingguan mahasiswa STIQSI Lamongan. Bertempat di salah satu ruang kelas STIQSI, kegiatan tetap berlangsung dengan penuh semangat meskipun dalam kondisi penerangan terbatas.

Situasi gelap justru menghadirkan suasana berbeda yang menguji sekaligus memperlihatkan komitmen mahasiswa dalam belajar. Dengan cahaya seadanya, para peserta tetap mengikuti arahan dan menjaga fokus dalam menulis, menunjukkan kesungguhan mereka terhadap seni khot sebagai bagian dari pengembangan keilmuan.

Semangat Belajar yang Tetap Menyala di Tengah Keterbatasan

Padamnya listrik tidak menyurutkan jalannya kegiatan. Para mahasiswa tetap melanjutkan latihan dengan saling membantu menyediakan penerangan dan menjaga suasana belajar tetap kondusif. Kondisi ini justru memperkuat rasa kebersamaan di antara peserta.

“Walaupun gelap, kami tetap ingin belajar. Ini justru menjadi momen yang tidak terlupakan,” ujar salah satu peserta latihan khot. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak bergantung pada fasilitas semata, melainkan pada kemauan dan komitmen pribadi.

Latihan Khot sebagai Sarana Pembentukan Karakter

Kegiatan latihan khot merupakan bagian dari pembinaan rutin mahasiswa STIQSI dalam bidang seni tulis Islam. Selain melatih kemampuan menulis indah, kegiatan ini juga menanamkan nilai kesabaran, ketelitian, dan konsistensi dalam proses belajar.

Dalam kondisi terbatas sekalipun, mahasiswa tetap berusaha menjaga kualitas tulisan sesuai kaidah yang diajarkan. Hal ini menunjukkan bahwa proses belajar yang sungguh-sungguh akan selalu menemukan jalannya, sekaligus memperkuat kecintaan mahasiswa terhadap seni khot.

Kegiatan ini menjadi cerminan semangat mahasiswa STIQSI Lamongan yang adaptif dan penuh dedikasi dalam menuntut ilmu. Dengan komitmen yang terus terjaga, mahasiswa membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus belajar, berkembang, dan berkarya.

Reporter: Sara Azizah
Editor: Ananda Maulana Tegar Renaldi