
Lamongan – Rangkaian Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMABA) STIQSI Lamongan Tahun Akademik 2026/2027 kembali berlanjut pada Rabu (8/7) melalui materi bertajuk “Penelitian, Pusat Studi, dan Jurnal di STIQSI Lamongan.” Bertempat di Gedung Sekretariat Lantai 1, sesi ini menjadi ajang pengenalan budaya akademik yang menekankan pentingnya penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta publikasi ilmiah sejak awal masa perkuliahan.
Materi disampaikan oleh tiga dosen STIQSI, yaitu Anis Ulfiyatin, S.Sos., M.Sosio., Fajar Islami Humam, S.Ag., M.A., dan Rahmat Yusuf Aditama, S.Ag., M.Ag. Ketiganya mengajak mahasiswa baru untuk membangun tradisi keilmuan melalui budaya membaca, meneliti, menulis, dan menghasilkan karya ilmiah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menumbuhkan Budaya Literasi dan Semangat Riset
Dalam pemaparannya, al-Ustadz Fajar Islami Humam mengajak mahasiswa baru untuk membangun kebiasaan membaca sebagai fondasi utama dalam menuntut ilmu. Menurut beliau, budaya literasi merupakan langkah awal lahirnya gagasan, penelitian, dan karya akademik yang berkualitas.
Beliau juga memperkenalkan komunitas KHUM di STIQSI yang terinspirasi dari firman Allah Swt. dalam QS. Al-Muddatsir, “Qum fa-andzir” (Bangunlah, lalu berilah peringatan). Filosofi tersebut menjadi motivasi agar mahasiswa terus bergerak mengembangkan ilmu pengetahuan serta memberikan manfaat bagi umat melalui karya dan kontribusi nyata.
Mendorong Mahasiswa Aktif Meneliti dan Mengabdi
Pada sesi berikutnya, al-Ustadzah Anis Ulfiyatin menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari proses pembelajaran di perguruan tinggi. Menurut beliau, mahasiswa perlu membiasakan diri berpikir kritis, peka terhadap persoalan di lingkungan sekitar, serta mampu menghadirkan solusi melalui kegiatan penelitian.
Beliau juga mendorong mahasiswa untuk mulai berani menulis artikel ilmiah, menyusun jurnal, dan aktif berkolaborasi dengan dosen dalam berbagai kegiatan akademik. Kebiasaan meneliti dan menulis sejak dini diyakini akan membentuk generasi yang unggul, produktif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Publikasi Ilmiah sebagai Wujud Kontribusi Keilmuan
Pada materi penutup, al-Ustadz Rahmat Yusuf Aditama menjelaskan bahwa hasil penelitian akan memberikan manfaat yang lebih luas apabila dipublikasikan melalui jurnal ilmiah. Selain menjadi media penyebarluasan ilmu pengetahuan, publikasi juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mengembangkan tradisi akademik di lingkungan perguruan tinggi.
Beliau menambahkan bahwa STIQSI menyediakan berbagai jurnal ilmiah beserta pendampingan dalam proses penyusunan hingga publikasi karya. Melalui fasilitas tersebut, mahasiswa diharapkan semakin termotivasi untuk aktif meneliti, menulis, dan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas sebagai bagian dari perjalanan akademik mereka.
Melalui materi ini, mahasiswa baru diharapkan semakin memahami pentingnya budaya literasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah sebagai bagian dari kehidupan akademik di STIQSI. Pembekalan yang diberikan sejak OSMABA menjadi langkah awal dalam membentuk insan akademik yang berprestasi, berintegritas, serta siap memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat.
Reporter: Sara Nuril Azizah
Editor: Muhammad Rifqi Al Hanif