*Day-2 OSMABA 2025: Mengenal Seluk Beluk Dunia Kampus dan Pondok* Selasa, 8 Juli 2025 merupakan hari kedua pelaksanaan Orientasi Mahasiswa Baru (OSMABA) 2025. Orientasi sesi pertama dibuka oleh Qurotu A’yunin dan dengan pematerinya adalah Ustadz Agus Salim. Ustadz Salim membuka materi dengan perkenalan para peserta OSMABA. Para peserta OSMABA tahun 2025 ini lebih banyak dan lebih bervariasi dibanding tahun yang lalu. Uniknya, calon mahasiswa STIQSI ini berasal dari berbagai daerah dan sangat beragam latar belakangnya, mencerminkan keindonesiaan yang kuat. Materi orientasi bertemakan ‘Pengenalan Kampus dan Perkuliahan’. Ustadz Salim membuka materi dengan perkenalan. Peserta OSMABA yang notabene menyinggung tentang dibukanya prodi baru di STIQSI, yaitu Dirasah Islamiyah atau dalam bahasa Indonesia adalah Studi Islam. “Cendikiawan adalah rata-rata orang yang risau. Risau karena permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan sekitar. Cendikiawan adalah orang yang melahirkan pemikiran baru yang menjadi pionir bagi masyarakat” kata Ustadz Agus Salim ketika menjelaskan materinya. Begitupun juga dalam sesi kedua orientasi. Dipandu oleh Tya Ayu dengan pemateri Ustadz Azzam Mushofa. Materi yang disampaikan adalah Etika dan Tata Tertib Mahasiswa. Ustadz Azzam menjelaskan tentang tata tertib mahasiswa sebagai mahasiswa abdi yang tidak hanya bersosialisasi dengan sesama, namun juga kepada guru senior dan para santri. Di sesi ketiga orientasi, peserta diarahkan kepada materi tentang pengabdian. Dipandu oleh Elbayun Albani dengan pemateri Ustadz Ahmad Thahir. “Pengabdian itu sebagai tanda loyalitas terhadap pesantren” kata ustadz Thahir kepada para peserta OSMABA. Sesi orientasi hari ke-2 ditutup oleh sesi keempat yang dipandu oleh Nova Rahma dengan pemateri Ustadzah Khusnul Mawaddah. Materi yang disampaikan adalah ‘Mengabdi dan Belajar’. Lengkap sudah materi yang disampaikan pada hari kedua mengenai kepondokan dan pengabdian. Menjadi mahasiswa STIQSI bukan hanya sekedar menjadi mahasiswa, namun juga mahasiswa abdi yang mengabdi kepada Pondok Pesantren Al Ishlah.