
Surabaya – Empat dosen STIQSI Lamongan mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Keempat dosen tersebut adalah Dr. Piet Hizbullah Khaidir, S.Ag, MA., Bu Fuji Lestari, S.Th.I, M.Ag., Bu Rosydina Robi’aqolbi,dr., M.Kes., dan Bu Anis Ulfiyatin, S.Sos., M.Sosio. Kegiatan ini menjadi langkah penting bagi para dosen untuk meningkatkan profesionalisme sekaligus memenuhi kewajiban sebagai pendidik dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi: Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian. Melalui program ini, dosen dibekali keterampilan akademik dan mendidik yang lebih komprehensif sehingga mampu mengajar, meneliti, dan mengabdi dengan standar yang lebih tinggi.
Keterlibatan dosen STIQSI dalam PKDP 2025 menunjukkan keseriusan kampus dalam mendukung peningkatan kualitas tenaga pendidiknya. Selain sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kompetensi, program ini juga menjadi salah satu syarat menuju sertifikasi dosen. Dengan demikian, PKDP tidak hanya menjadi ajang pengembangan kapasitas pribadi, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat mutu pendidikan di STIQSI secara keseluruhan.
Dua Minggu Peningkatan Kualitas Dosen
Kegiatan PKDP UINSA 2025 ini dibuka pada 22 Juli 2025 dengan melibatkan 391 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program berlangsung dalam tiga batch yang terbagi menjadi sepuluh angkatan hingga 7 Agustus 2025. Selama kurang lebih dua minggu, peserta menjalani kombinasi pembelajaran In-Service Course (ISC) dan On the Job Course (OJC), baik secara daring maupun luring. Kurikulum yang disiapkan oleh panitia berfokus pada peningkatan kualitas pengajaran, penguatan penelitian, serta pengembangan pengabdian masyarakat.
Manfaat program ini sangat dirasakan oleh peserta, khususnya dalam bidang pendidikan. Dosen mendapat pelatihan tentang metode dan teknik mengajar yang variatif sehingga materi lebih mudah diserap mahasiswa dengan cara yang menarik. Dalam bidang penelitian, peserta dibimbing menyusun karya ilmiah yang berkualitas serta mencari peluang publikasi, yang diharapkan berdampak langsung pada peningkatan mutu riset dosen maupun mahasiswa. Sementara dalam bidang pengabdian, peserta didorong untuk menghadirkan kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat melalui program yang berbasis riset.
Bu Rosydina Robi’aqolbi,dr., M.Kes., sebagai salah satu peserta menyampaikan kesannya, “Mengikuti PKDP ini membuka wawasan saya tentang bagaimana menjadi dosen yang profesional, bukan hanya sekadar mengajar, tetapi juga bagaimana menghasilkan penelitian yang bermanfaat dan berkontribusi kepada masyarakat. Saya merasa lebih percaya diri untuk menjalankan peran sebagai pendidik setelah mendapatkan banyak materi dan pengalaman di sini.”

Peroleh Pengalaman, juga Penghargaan
Dengan berakhirnya PKDP pada awal Agustus 2025, para dosen STIQSI membawa pulang pengalaman berharga sekaligus bekal baru untuk mengembangkan profesionalisme. Menariknya, dua dosen STIQSI, yakni Bu Rosydina Robi’aqolbi,dr., M.Kes., dan Bu Anis Ulfiyatin, S.Sos., M.Sosio., berhasil meraih penghargaan dengan kategori likers terbanyak dalam penugasan video Instagram semasa PKDP, menandakan kemampuan adaptasi mereka di era digital. Bu Anis bahkan mengungkapkan rasa terkejutnya, “Alhamdulillah. Di luar ekspektasi sama sekali. Sebab bu Anis hanya dosen biasa dari kampus kecil. Pun gak famous. Hehehe. Tapi kok ternyata banyak sekali support dari teman-teman STIQSI dan teman bu Anis yang ngelike. Alhamdulillah… rezeki. Dapet uang cash 100 ribu. Buat jajan Jahid (anak bu Anis).”
Partisipasi aktif dan prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa STIQSI terus berkomitmen melahirkan tenaga pendidik yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia.
Reporter: Ananda Maulana Tegar Renaldi
Editor: Luthfiya Nurmayanti