
Lamongan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Lamongan menyelenggarakan kegiatan Kapita Selekta dengan melibatkan sembilan perwakilan dari Organisasi Mahasiswa (Ormawa) secara aktif. Acara ini diikuti secara aktif oleh 181 anak-anak mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga siswa kelas 1–6 Sekolah Dasar. Kehadiran Ormawa dalam kapasitas penuh mempertegas misi LPPM untuk mengintegrasikan Tri dharma perguruan tinggi, khususnya aspek pengabdian masyarakat, dengan memberikan manfaat nyata kepada generasi muda.
Kegiatan berlangsung semarak dengan beragam aktivitas edukatif yang dikemas secara menarik dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya diarahkan pada pembelajaran keagamaan, tetapi juga diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas, disiplin, dan karakter melalui lomba serta praktik ibadah. Mahasiswa yang terlibat berperan sebagai fasilitator sekaligus pembimbing, memastikan setiap aktivitas berjalan kondusif. Dengan begitu, kegiatan ini berhasil menghadirkan atmosfer belajar yang interaktif sekaligus memperlihatkan kontribusi nyata mahasiswa STIQSI dalam bidang pendidikan masyarakat sejak usia dini.
Sinergi Ormawa dalam Pengabdian Masyarakat

Keterlibatan perwakilan Ormawa STIQSI menjadi bukti komitmen mahasiswa untuk bersinergi mendukung program LPPM dalam menyinergikan akademik, pengabdian, dan pembinaan karakter. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta akademik, melainkan juga bagian dari agen perubahan sosial di tengah Masyarakat.
Salah satu hal yang menarik adalah bagaimana mahasiswa berhasil memadukan peran akademik dengan pengabdian nyata. Sinergi ini memperlihatkan bahwa tradisi keilmuan kampus tidak hanya berhenti di ruang kuliah, melainkan ikut memberi manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak.
Kreativitas dan Edukasi Anak Sejak Dini
Agenda pertama berupa lomba mewarnai diperuntukkan bagi anak-anak TK. Aktivitas ini dirancang untuk menumbuhkan keceriaan sekaligus melatih kreativitas dan keterampilan motorik. Suasana penuh warna membuat anak-anak bersemangat, sementara mahasiswa berperan aktif mendampingi prosesnya.
Agenda kedua ditujukan bagi siswa kelas 1–6 SD, yaitu pembelajaran tata cara wudhu. Materi ini bertujuan menanamkan pemahaman dasar mengenai pentingnya bersuci sebelum ibadah. Selain itu, edukasi ini juga berfungsi untuk melatih kedisiplinan dan fokus anak-anak saat mengikuti kegiatan keagamaan.
Manfaat bagi Mahasiswa dan Harapan ke Depan
Bagi mahasiswa, kegiatan Kapita Selekta bukan sekadar agenda pengabdian, tetapi juga ajang untuk mengasah keterampilan sosial, kepemimpinan, serta komunikasi. Salah satu peserta menyebut bahwa pengalaman ini menjadi kesempatan berharga untuk mempraktikkan ilmu yang dipelajari di kampus.
Senada dengan itu, Muhammad Isa selaku perwakilan Ormawa menegaskan bahwa mahasiswa merasakan manfaat langsung ketika terjun ke masyarakat. “Mahasiswa bisa merasakan langsung pengabdian di masyarakat. Kami tidak hanya belajar dalam bidang akademik, tetapi juga belajar bagaimana terjun langsung ke masyarakat,” ujarnya. Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan Kapita Selekta berikutnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. “Semoga partisipasi semakin luas, sehingga pengabdian masyarakat yang dilakukan dapat mengembangkan institusi menjadi lebih baik,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, STIQSI Lamongan berhasil menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus ruang pengabdian yang bermakna bagi mahasiswa. Ke depan, diharapkan Kapita Selekta dapat terus dilanjutkan sehingga menjadi tradisi akademik yang memperkuat sinergi antara kampus dan masyarakat.
Reporter: Ratna Dewi Kumalasari
Editor: Ananda Maulana Tegar Renaldi