Artikel

Antusiasme Peserta Qur’anicons 2025: 96 Abstrak Terkumpul Sebelum Konferensi Dimulai

Lamongan – Antusiasme akademisi dan peneliti dari seluruh Indonesia terlihat jelas menjelang pelaksanaan The Qur’anic International Conference on Sciences (Qur’anicons) 2025. Hingga 11 September 2025, sebanyak 96 judul abstrak telah terkumpul, jauh sebelum konferensi resmi dimulai. Hal ini menjadi bukti nyata tingginya minat dalam mengkaji Al-Qur’an dari sudut pandang ilmu alam dan humaniora.

Qur’anicons 2025 dijadwalkan berlangsung pada 25–26 September 2025 di Gedung Al-Amanati lantai 2, STIQSI Lamongan. Acara ini digelar dalam format hybrid conference, memungkinkan peserta hadir secara langsung maupun daring. Peserta yang mengikuti secara online dibebaskan dari biaya pendaftaran, sedangkan peserta offline dikenakan kontribusi sebesar Rp50.000.

Bukti Tradisi Keilmuan yang Menguat
Selain menjadi forum akademik, Qur’anicons 2025 juga menjadi sarana penting untuk memperkuat tradisi keilmuan Al-Qur’an lintas disiplin. Tema besar yang diambil pada konferensi kali ini adalah “The Study of the Qur’an on the Perspective of Natural Sciences and Social Humanities.” Dari abstrak yang terkumpul, mayoritas membahas topik Al-Qur’an dalam perspektif fisika, matematika, ekologi, sosiologi, antropologi, hingga linguistik.

Para keynote speakers yang akan hadir pun mencerminkan ragam disiplin ilmu. Dr. Azhar Ibrahim dari National University of Singapore akan membawakan perspektif studi sosial humaniora. Prof. Agus Purwanto, D.Sc. dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dikenal sebagai pakar sains dengan pendekatan Al-Qur’an. Sementara itu, Prof. Dr. H. Moh. Asror Yusuf, M.Ag. dari UIN Syekh Wasil Kediri akan mengupas sisi keagamaan, dan Andri Nirwana, AN, M.Th.I., Ph.D. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta akan memberikan sudut pandang filsafat dan tafsir kontemporer. selain itu juga turut bergabung beberapa peneliti dari instansi luar negeri lain seperti Universitas Islam Internasional Malaysia, Al-Azhar University Kairo Mesir, Oriental University Tashkent Uzbekistan, dan Kuliah Dakwah Islamiyah Tripoli.

Salah satu daya tarik utama Qur’anicons 2025 adalah peluang publikasi bagi karya terpilih. Makalah terbaik berkesempatan dimuat pada jurnal bereputasi yang sudah terindeks Sinta, seperti Qof, Ulul Albab, Qist, Studia Qur’anika, An-Nur, Al-Irjaz, dan Canonica Religia. Selain itu, prosiding Qur’anicons juga disiapkan sebagai sarana dokumentasi ilmiah yang dapat diakses luas.

Kesan dan Pesan Ketua Panitia
Ketua panitia Qur’anicons 2025, Ulfatul Halimah, S.Ag., M.Ag., menyampaikan rasa syukur atas besarnya minat peserta dalam memeriahkan acara ini. “Kesan saya sebagai ketua panitia cukup menggembirakan karena jumlah pendaftar melebihi target. Jabatan sebagai ketua panitia saya namakan sebagai amanah, amanah syiar STIQSI dan Al-Qur’an,” ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta, “Pertama, saya ucapkan terima kasih atas kontribusi dan partisipasi yang telah memeriahkan acara ini. Semoga Qur’anicons dapat menjadi ajang untuk mengembangkan potensi dan keterampilan menulis. Untuk yang belum sempat ikut, semoga ini menjadi motivasi untuk bergabung di acara serupa, baik yang diadakan STIQSI maupun lembaga lainnya,” tambahnya.

Harapan Kolaborasi Akademik
Qur’anicons 2025 bukan hanya sekadar ajang akademik, tetapi juga Upaya untuk memperkuat jaringan ilmiah. Kehadiran ratusan akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai bidang memperlihatkan bahwa integrasi antara wahyu dan ilmu pengetahuan semakin mendapat tempat dalam diskursus keilmuan global.

Reporter: Ananda Maulana Tegar Renaldi
Editor: Luthfiya Nurmayanti

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Rated 4.6 out of 5

Leave a Comment

Artikel Terbaru