STIQSI Jalin Kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Program Studi llmu Al-Qur’an danTafsir (IAT), Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) menjalin kerjasama dengan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kerjasama nasional tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kerjasama ini diadakan di Meeting Room Fakultas Agama Islam UMS yang dihadiri; Wakil Dekan I FAI, Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd, Ketua Prodi IQT UMS, Dr Andri Nirwana. AN., Dosen IQT, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag. dan  Dr. Ainur Rhain, M.Th.I yang juga alumni Pondok Pesantren Al-Ishlah.

Acara kerjasama ini diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan I FAI UMS, Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd dan Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kurikulum STIQSI, Ustd. Harmuzi, M.Pd. Acara selanjutnya sambutan dari Kaprodi IQT UMS yang membahas terkait visi dan misi prodi serta penjelasan profil lulusan IQT UMS.

Kerjasama antar prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tersebut membuka kesempatan bagi lulusan-lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains untuk melanjutkan studi di Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Surakarta dan membuka kesempatan bagi mahasiswa/I Program Studi IAT STIQSI untuk mengikuti International Conference on Islamic and Muhammadiyah Studies (ICIMS) yang akan dihadiri beberapa tokoh dari Turki, Mesir dan Malaysia.

Kerjasama tersebut kemudian dilanjutkan dengan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) STIQSI. Pada kegiatan KKL dengan tema Qur’anic World View sebagai asas peradaban Islam tersebut, diisi oleh Dr. Kharis Nugroho, M.Ud.. Salah satu pembahasan beliau mengangkat salah satu kutipan dari Prof. Dr. Hamid Fahri Zarkasyi, MA, M.Ph.i., yaitu “Kalau kita perhatikan sejarah peradaban islam maka akan kita dapatkan bahwa setiap tokoh ilmuan muslim atau tokoh ulama besar mayoritas mereka adalah seorang yang hafal Al-Qur’an, meskipun tidak semua penghafal Al-Qur’an menjadi ilmuan atau ulama”.