Neurosains : Fakta Dominan Otak Kiri Dan Otak Kanan

Sekolah tinggi ilmu al-Qur’an dan sains Al-Ishlah (STIQSI) Lamongan, kembali gelar acara “Studium Generale”, pada tanggal, 21 Juli 2023. Acara ini bertempat di Aula Pondok Pesantren Al-Ishlah. Acara kali kedua ini menghadirkan pembicara yang luar biasa, yakni, dr. Rizki Edmi Edison, Ph.D., beliau seorang dokter bedah dan juga anggota badan Eversains Universitas Prima Indonesia.

Pada kesempatan kali ini, dokter edmi menyampaikan materi bertemakan “Neurosains dan peradaban ilmu di Indonesia.”


Apa itu Neurosains dan apa hubungannya dengan peradaban?


Neurosains adalah ilmu yang mempelajari tentang sistem syaraf, akan tetapi neurosains adalah ilmu yang lebih mendalami mengenai otak dan perilaku manusia. Neurosains dan peradaban lebih membahas tentang perilaku manusia, dan manusia sebagai objek sekaligus subjek dari sebuah peradaban, dan baik buruknya sebuah peradaban tergantung dari manusianya.


Fakta Otak kanan dan otak kiri
Beberapa masyarakat luas telah memahami mengenai dominan otak kanan dan otak kiri yaitu untuk mengetahui bagaimana sifat dan prilaku manusia, fakta yang berkembang di masyarakat adalah jika orang yang dominan menggunakan otak kanan adalah orang mempunyai tingkat kreativitas yang tinggi. Sedangkan, orang yang dominan menggunakan otak kiri adalah orang yang mahir dalam perhitungan atau dalam bidang kademik. Padahal, fakta yang sudah dipahami oleh sebagian masyarakat tersebut adalah hoax.


Hal yang sebenarnya adalah, dominan otak kanan dan otak kiri merupakan pusat berbahasa manusia, yang mana pada otak bagian kiri adalah tempat pengolahan Bahasa verbal, seperti ungkapan,dll, sedangkan otak bagian kanan adalah tempat pengolahan Bahasa non-verbal seperti mimic wajah, gestur tubuh dan lain sebagainya.


Sehingga dapat disimpulkan bahwa, fakta mengenai dominan otak kanan dan otak kiri adalah pusat pengelolahan berbahasa manusia, bukan mengenai kreatifitas seni atau bidang perhitungan.

Reporter : Azka Ziyadah

Editor : Julya Nur Ilmiyah